semakin bertambahnya umur gue semakin banyak gue melihat macam-macam problema dunia.
gak sedikit orang-orang sekitar gue yang memandang sinis hidupnya karena merasa hidup ini gak adil dan gak sedikit juga yang selalu menaikan kepala dengan segala fasilitas yang ada.
menurut gue selalu ada dua sisi dalam kehidupan
dunia dan akhirat
terang dan gelap
senang dan sedih
miskin dan kaya
atas dan bawah
kanan dan kiri
bahagia dan kecewa
tenang dan gelisah
baik dan buruk
benar dan salah
tapi bukan berarti kita bisa memilih satu dari sisi yang lainnya.
yang ada hanya menjalankan takdir dari apa yang telah di berikan dan membuatnya menjadi sedikit lebih baik,itupun juga kalo ada kesempatan.
lalu bagaimana nasib dari anak yang dilahirkan dari keluarga miskin?
yang setiap harinya harus memutar otak dan otot begitu keras untuk sepiring nasi di siang hari.
bagaimana dengan hidupnya? mereka harus ngamen dulu untuk bisa tetap sekolah,atau mencuri untuk bisa tetap bertahan hidup.
jangankan untuk les bahasa inggris,untuk beli buku tulis aja gak bisa.
apa mereka ada kesempatan untuk merubah nasibnya? mendapat beasiswa,menjadi sarjana lalu hidup bahagia? mungkin hanya 1 dari 1000 kesempatan.bahkan banyak dari mereka yang gak tau rasanya pake seragam putih biru.
boro-boro mau mempercantik diri ,mau mengganti baju yang robek aja cuma jadi mimpi.
lalu coba lihat nasib dari anak yang dari sebelum lahir sudah di berikan segala kemewahan dan perhatian.mereka yang terkahir dari keluarga kaya....
anak ini punya makanan favorit yang berarti punya banyak pilihan.
mereka bisa memilih yang terbaik untuk dirinya,hmm gak terbaik juga sih mungkin yg sesuai dgn keinginan mereka.beli ini itu sesuai selera,ngebersihin kuku di salon,ngambil s2 di luar negeri sehingga mudah untuk menjadi menteri lalu hidup kaya sampe mati.
banyak yang bilang kan kalo uang itu bukan segalanya,tapi segalanya bisa kita beli dengan uang. pernah denger juga kalo kita hidup gak cuma di dunia tp di akherat juga,tapi secara gak langsung kehidupan dunia itu mempengaruhi kehidupan kita di akherat juga deh kayaknya. Contoh aja ya nih
org miskin gak punya uang akhirnya mencuri trs dosa.
org kaya banyak uang bisa beramal trs dapet pahala.
hahahaha sangat tidak adil.
tapi
gak semua mereka yang beruntung ketika terlahir dari keluarga kaya berakhir bahagia,karena mereka bisa lebih memilih jalan hidupnya dan terjebak dengan narkoba terus masuk penjara.
gak sedikit juga mereka yang harus menanggung kesengsaraan sejak lahir tapi selalu berbuat baik kepada nenek sebatang kara yang sedang belanja di pasar sampai tergerak hati sang nenek dan mau menyekolahkan anak yang malang ini hingga mereka jadi pengusaha.
hidup gak sebatas tentang semua yang bisa di lihat dengan mata,tapi hidup adalah tentang semua yang bisa dirasakan oleh hati.
sejak kecil bokap gue selalu bilang "jangan pernah berfikir dua kali kalau kamu mau melakukan sebuah kebaikan. hidup itu seperti pohon, apa yang kita tanam itu yang kita petik nantinya" walaupun nantinya yg gue juga gak pernah tau kapan.
ketika hati ini tergerak untuk melakukan suatu kebaikan,just do it and don't think about those fedback that will come to your life.
terus saja berjalan sehingga kita tau apa yang terjadi di depan, menjajakkan kaki dan menghembuskan nafas pada jalan hidup dari masing-masing kita adalah garis tangan yang tidak akan berubah yang kita kenal dengan sebutan takdir,tapi bukan berarti kita diam,menyesal atau sombong.
karena masih ada nasib di masa depan dan itu kita sendiri yang menentukan.
tentang hidup yang tidak adil itu hanya terlihat dari sudut pandang mata,beri saja ruang dan waktu agar hati bisa merasakan dan mensyukuri yang ada...
TRADE OFF
10 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
don't let little things get you down, you've got so many reasons to look up to God and say thanks for everything
Tidak ada komentar:
Posting Komentar